No Image Available

Tidak Ada Perjuangan yang Sia-Sia : Kisah Nyata Anak Biasa yang Berani Meraih Mimpi Menjadi Dokter

 Author: Agnes Dwi Nainggolan  Category: Memoar  Publisher: PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa  ISBN: -  Pages: 89  Country: Indonesia  Language: Bahasa Indonesia
 Description:

Agnes bukanlah bintang kelas. Jangankan memenangkan olimpiade, ia bahkan berkeringat dingin hanya untuk sekadar membaca lantang satu paragraf sejarah di depan teman-temannya.

Tumbuh di tepian Danau Toba sebelum akhirnya harus ikut pindah ke hiruk-pikuk kota Medan, ia selalu merasa hidup di bawah bayang-bayang Sheira, sang kakak yang gemilang. Di sekolah, penampilannya yang kaku membuatnya dicap sebagai si Wednesday Girl: gadis berponi dan berkepang dua yang pendiam, pemalu, dan sangat cupu.

Tapi “biasa-biasa saja” ternyata bukan akhir dari ceritanya.

Tidak Ada Perjuangan yang Sia-Sia mengikuti transformasi gila seorang gadis yang menolak kalah oleh kelemahannya sendiri. Dari kamar sempit di masa pandemi tempatnya menangis karena jari-jarinya berdarah saat mempelajari delapan alat musik secara otodidak, hingga melangkah anggun membawa mahkota di atas panggung catwalk internasional di Singapura dan Thailand.

Namun, ujian terberatnya justru datang bukan dari meja belajar. Tepat sehari setelah tangis kebahagiaan pecah saat ia dinyatakan lulus SNBP, di mana ia baru mengetahui bahwa Mamanya diam-diam menyusun “Plan A hingga F” saking takutnya ia putus asa—sebuah kecelakaan lalu lintas yang mengerikan meremukkan kakinya. Di atas kursi roda, dengan tulang yang kini harus disangga pen besi, Agnes harus kembali bangkit melawan tatapan sebelah mata orang-orang.

Buku ini bukan panduan klise soal cara menjadi pintar. Ini adalah kisah tentang ikatan keluarga, iman, dan keberanian seorang gadis Nasrani dari Medan yang melintasi batas budaya demi satu impian: mengenakan jas putih di Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, Aceh.

Bukti nyata bahwa kesuksesan bukan hak mereka yang terlahir jenius, melainkan milik mereka yang menolak berhenti berjalan, bahkan ketika kakinya sedang patah.


Other Books From - Memoar


No Books Available!



Other Books By - Agnes Dwi Nainggolan


No Books Available!


 Back