Niat menerbitkan buku sering datang bersamaan dengan semangat menulis. Namun, agar prosesnya berjalan lancar, ada sejumlah persiapan yang sebaiknya dilakukan lebih dahulu. Persiapan ini membantu penulis menghindari kebingungan di tengah jalan.
Menuntaskan naskah
Hal paling mendasar adalah menuntaskan naskah. Banyak gagasan berhenti di tengah karena penulis menunggu suasana sempurna. Padahal, naskah yang utuh, meski belum sempurna, lebih berguna daripada rancangan yang tidak pernah selesai. Selesaikan draf pertama terlebih dahulu, lalu perbaiki.
Menyunting dan memeriksa ulang
Setelah draf selesai, lakukan penyuntingan. Periksa alur gagasan, kejelasan kalimat, dan konsistensi istilah. Membaca ulang dengan jeda waktu membantu menemukan kekeliruan. Bila memungkinkan, minta orang lain membaca dan memberi masukan.
Menentukan sasaran pembaca
Buku yang baik biasanya memiliki pembaca yang jelas. Menentukan sasaran membantu penulis mengatur gaya bahasa, kedalaman isi, dan pilihan contoh. Buku untuk siswa tentu berbeda penyajiannya dengan buku untuk praktisi.
Menyiapkan unsur pendukung
Selain isi utama, penulis perlu menyiapkan unsur pendukung seperti kata pengantar, daftar isi, dan daftar pustaka bila relevan. Kelengkapan ini memudahkan penerbit memproses naskah dan membantu pembaca memahami konteks.
Memahami hak cipta
Penulis sebaiknya memahami siapa pemegang hak cipta atas karya dan bagaimana penggunaannya. Perjanjian dengan penerbit perlu dibaca dengan cermat. Bila ada hal yang kurang jelas, jangan ragu bertanya. Memahami hak dan kewajiban sejak awal mencegah perselisihan di kemudian hari.
Menentukan tujuan penerbitan
Tujuan penerbitan bisa bermacam-macam, dari berbagi pengetahuan, mendukung pengajaran, hingga membangun reputasi. Tujuan ini memengaruhi pilihan jalur penerbitan, cara promosi, dan ekspektasi terhadap hasil. Menyadari tujuan membantu penulis mengambil keputusan yang konsisten.
Menyiapkan rencana pascaterbit
Buku tidak berhenti setelah tercetak. Penulis perlu memikirkan bagaimana buku akan diperkenalkan kepada pembaca. Diskusi buku, jaringan komunitas, dan kanal penjualan dapat menjadi bagian dari rencana tersebut.
Menjaga ekspektasi
Penerbitan memerlukan waktu. Revisi dan penyesuaian adalah hal wajar. Penulis yang menyiapkan diri secara mental akan lebih tenang menghadapi setiap tahap.
Catatan administratif
Beberapa hal administratif dalam penerbitan memiliki ketentuan yang dapat berubah. Untuk hal yang bersifat resmi, sebaiknya penulis memeriksa sumber yang berwenang agar informasinya mutakhir.
Penutup
Persiapan yang matang membuat perjalanan menerbitkan buku lebih terarah. Mulai dari naskah yang tuntas, penyuntingan, penentuan sasaran pembaca, hingga pemahaman hak cipta, semuanya berkontribusi pada hasil akhir. Semakin siap penulis, semakin lancar prosesnya.
Butuh pendampingan seputar penerbitan? Lihat unit Delapan Literasi.

