Menyiapkan naskah buku pertama sering terasa menantang. Banyak penulis pemula menghadapi kendala serupa, dan mengenalinya lebih awal dapat menghemat waktu sekaligus meningkatkan kualitas naskah.
Terlalu cepat memikirkan penerbit
Sebagian penulis terlalu sibuk memikirkan penerbit sebelum naskah selesai. Padahal, prioritas utama adalah menyelesaikan draf terlebih dahulu. Setelah naskah utuh, barulah proses penerbitan dibahas.
Tidak menentukan target pembaca
Naskah yang ditulis tanpa gambaran pembaca cenderung melebar. Tentukan siapa yang akan membaca buku Anda, lalu sesuaikan gaya bahasa dan kedalaman materi.
Mengabaikan kerangka
Menulis tanpa kerangka membuat alur mudah melenceng. Susun kerangka bab sederhana sebelum mulai menulis agar tulisan tetap fokus.
- Tuliskan tujuan setiap bab.
- Tentukan urutan materi yang logis.
- Periksa apakah semua bagian saling berkaitan.
Menunda penyuntingan
Banyak penulis mencoba menyunting saat menulis. Sebaiknya pisahkan proses menulis dan menyunting. Selesaikan draf, baru lakukan perbaikan.
Takut merevisi
Revisi adalah bagian normal dari penulisan. Jangan menganggap revisi sebagai tanda kegagalan. Setiap perbaikan membuat naskah lebih baik.
Penutup
Kesalahan penulis pemula umumnya berkaitan dengan perencanaan dan kebiasaan kerja. Dengan mengenali hal-hal tersebut, proses menulis dapat berjalan lebih lancar.
Untuk dukungan penerbitan, lihat Delapan Literasi.
