SEKOLAH RESILIEN: Teori, Konsep, dan Implikasi bagi Praktik Pendidikan
Buku Sekolah Resilien: Teori, Konsep, dan Implikasi bagi Praktik Pendidikan membahas urgensi penguatan ketahanan sekolah di tengah berbagai tantangan pendidikan abad ke-21, seperti krisis global, bencana alam, pandemi, disrupsi teknologi, serta tekanan sosial dan ekonomi. Sekolah diposisikan tidak hanya sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi sebagai sistem sosial yang rentan dan sekaligus strategis dalam membentuk ketangguhan individu maupun komunitas pendidikan.
Secara teoritis, buku ini menguraikan konsep resiliensi dari perspektif psikologi, pendidikan, dan ilmu sosial, serta menjelaskan bagaimana resiliensi berkembang pada tingkat individu, kelompok, dan organisasi sekolah. Resiliensi dipahami sebagai kapasitas untuk bertahan, beradaptasi, dan tumbuh secara positif di tengah tekanan, dengan tekanan pada pentingnya kesejahteraan psikologis, dukungan sosial, dan nilai-nilai budaya serta spiritual dalam ekosistem pendidikan.
Selanjutnya buku ini mengelaborasi konsep sekolah resilien beserta karakteristik, prinsip dasar, dan dimensinya, meliputi aspek akademik, sosial-emosional, kultural, dan spiritual. Peran kepemimpinan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta hubungan guru–siswa dibahas sebagai faktor kunci dalam membangun budaya sekolah yang adaptif, inklusif, dan kolaboratif.
Pada bagian akhir, buku ini menyoroti strategi penerapan ketahanan sekolah, peran orang tua dan masyarakat, serta penerapan kebijakan pendidikan. Dengan pendekatan integratif antara teori dan praktik, buku ini diharapkan menjadi referensi konseptual dan praktis bagi pendidik, pengelola sekolah, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan pendidikan yang tangguh dan berkelanjutan.